Kegagalan Pemain Bintang Piala Dunia Di Liga Indonesia!!

Kegagalan Pemain Bintang Piala Dunia Di Liga Indonesia!! post thumbnail image

Kehadiran sejumlah pemain dunia mulai semenjak awalnya tahun 1990-an saat lalu. Dimulai oleh kehadiran Bertin Ebwelle, bek kiri Kamerun di Piala Dunia 1990. Di saat itulah diambil Putra Samarinda pada 1991-1992.

Kemudian, Indonesia kehadiran dua pemain berikut nama ternama. Roger Milla dihadirkan Pelita Jaya di tahun 1994. Milla adalah mesin pencetak gol Kamerun di Piala Dunia 1990 dan 1994. Dia pula terdaftar jadi pembuat gol paling tua dalam riwayat Piala Dunia.

Di Indonesia, Milla masih menujukkan ketajamannya dengan membuat 23 gol di dalam 23 laga bersama Pelita Jaya. Pada 1995-1996 saat bela Putra Samarinda, Milla sukses membuat 12 gol pada 18 pertandingan.

Lalu gantian Mario Kempes masuk dengan Pelita Jaya di tahun 1993. FYI, Kempes yaitu bintang Tim nasional Argentina yang sukses mengambil titel juara Piala Dunia 1978. Di saat itu, dia pula jadi luar biasa skorer kompetisi dengan record enam gol. Pada umur 39 tahun, Kempes sukses membuat 12 gol pada 18 laga.

Pada tahun 1996, Pelita Jaya kembali hadirkan pilar Tim nasional Argentina, Pedro Pasculli, yang tampil di Piala Dunia 1986. Dia membuat 12 gol pada 18 laga. 1 tahun berlalu, Pelita Jaya datangkan Maboang Kesack yang pilar Kamerun pada Piala Dunia 1990 dan 1994. Pada musim 1997, dia membuat 12 gol di dalam 24 pertandingan sebelumnya akhirnya memutus pensiun di umur 30 tahun.

Jules Onana pula bintang Kamerun tahun 1990 yang pernah pakar di Liga Indonesia bersama Persma Manado (1997-2000), Tepat Solo (2001) dan Pelita Jaya Krakatau Steel (2003).

Sangat menarik yaitu Mahouve Marcel asal Kamerun. Dia sempat bela Putra Samarinda pada tahun 1995-1997 dengan koleksi delapan gol dalam 42 laga.

Kemudian, Marcel pindah ke Montpellier di Liga Prancis sampai menjadi pemenang Piala Intertoto tahun 1999. Dia juga masuk dengan Tim nasional Kamerun untuk Piala Dunia 1998. Berarti, prestasinya tambah moncer selesai main di Indonesia. Prestasi terhebat Marcel yang lain yaitu juara Piala Afrika bersama Kamerun di tahun 2000.

Dia juga sempat balik ke Indonesia pada 2008-2009 memperkokoh Persita Tangerang dengan record 2 gol pada 18 pertandingan.

Pemain Tim nasional Kamerun di Piala Dunia 1990 lain yang sempat pernah main di Indonesia yaitu Jean-Pierre Fiala. Dia tampil bersama Persema Manado pada 1996 hingga 1998.

Di tahun 2000-an, Liga Indonesia masihlah banyak datangkan sejumlah pemain yang miliki pengalaman tampil di Piala Dunia.

Pierre Njanka contoh-contohnya. Bek unggulan Kamerun di Piala Dunia 1998 ini pertama dihadirkan Persija Jakarta sebelumnya berganti club ke Arema FC, Aceh United, Partner Kukar, sampai Persisam Putra Samarinda.

Prestasi terhebat ditorehkannya saat berseragam Arema FC karena sukses mengambil titel juara Liga Super Indonesia musim 2009-2010.

Menjelang musim 2012, PSMS Medan sempat taruhan datangkan Natsja Ceh asal Slovenia. Dia pernah tampil di Piala Dunia 2002. Informasinya kurang mengesankan cuma membuat 3 gol pada 14 laga.

Ivan Bosnjak yang sempat pernah bela Kroasia di Piala Dunia 2006 sempat dihadirkan Persija Jakarta pada 2014. Sayang, bekas mitra Cidera Modric dan Ivica Olic itu kurang bercahaya dengan 4 gol pada 14 pertandingan.

Pada 2017, tiba Shane Smeltz yang disebut pemain Selandia Baru di Piala Dunia 2010. Seperti sama Bosnjak, ia tidak sukses bercahaya dengan 5 gol di dalam 20 laga.

Walau ada yang tidak sukses, team-team Indonesia belum jera datangkan pemain lulusan Piala Dunia. Semen Padang datangkan Didier Zokora pada 2017 saat lalu. Dia bukan pemain asal-asalan. Zokora pernah bela Pantai Gading di Piala Dunia 2006, 2010, dan 2014.

Juga Zokora pernah tampil di Liga Inggris bersama Tottenham Hotspur. Sayang, performnya jauh dari asa saat tampil bersama “Kabau Sirah”.

Zokora benar-benar tidak sukses membuat gol selesai tampil sejumlah 11 kali. Marquee Player itu juga dilepaskan menjelang perputaran ke-2 musim 2017 karena performanya yang jelek.

Pada musim yang serupa, Madura United pula datangkan seseorang pemain kelas dunia yakni Peter Odemwingie. Striker Nigeria di Piala Dunia 2010 ini pernah bela beberapa club Liga Inggris yakni Stoke City, Cardiff City, sampai West Bromwich Albion.

Performnya di Indonesia cukup manis dengan membungkus 15 gol di dalam 24 laga. Akan tetapi, Odemwingie cuma bertahan satu musim karena sedih dengan kerasnya laga di Indonesia.

Dari beberapa nama di atas, kemungkinan nama Michael Essien yang paling ternama. Pemain tengah Tim nasional Ghana di Piala Dunia 2006 ini pernah jadi pilar di club luar biasa dunia seperti Chelsea, Real Madrid sampai AC Milan.

Essien secara mengagetkan masuk dengan Persib Bandung pada 2017. Kemunculannya membikin hasrat sepak bola Tanah Air kembali membara. Kehadiran pendukung ke stadion juga bertambah.

Berposisi jadi pemain tengah bertahan, Essien bermain sejumlah 29 kali untuk Persib dengan catatan 5 gol.

Walau cuma bermain satu musim, ia nyatanya begitu berkesan dengan atmosfer sepak bola Indonesia. Juga Essien secara terbuka menjelaskan kangennya pada Stadion Gelora Bandung Lautan Api di medsos.

Untuk waktu ini, Liga Indonesia masih jadi dermaga untuk sejumlah pemain import yang punyai prestasi bagus bersama timnas masing-masing.

Seperti Michael Krmencik dan Ondrej Kudela (Republik Ceko) bersama Persija Jakarta, atau Jaja dan Lulinha (Brasil) yang saat ini jadi bintang Madura United.

Related Post